Articles

PLN Lanjutkan Bangun PLTU Gorontalo 2X25 MW

Jakarta – Sempat mangkrak sejak tahun 2010, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2X25 MW di Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, Gorontalo, kembali dilanjutkan. PLTU yang merupakan bagian dari program 10.000 MW tersebut ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada 2014 mendatang.

"Bila PLTU Anggrek telah beroperasi. Kebutuhan energi listrik masyarakat Gorontalo akan tercukupi. Bahkan bisa di ekspor ke wilayah lain seperti Tual dan Toli-Toli," kata Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji di Gorontalo Utara, Jumat (16/11).

Nur Pamudji mengatakan, PLN sempat berpikir untuk tidak melanjutkan pembangunan PLTU Anggrek. Salah satu penyebab utamanya adalah pembebasan tanah yang tidak kunjung selesai karena adanya sengketa kepemilikan antar ahli waris. Kontrak-kontrak pun sudah diputus dan anggaran yang baru terserap sekitar 20 persen itu sisanya akan dialihkan ke wilayah lain. Beruntung Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan pembebasan tanah dan siap mendukung semua keperluan yang dibutuhkan PLN untuk membangun energi listrik di provinsi tersebut.

"PLN sudah menyediakan anggaran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Gorontalo. Namun PLN tidak bisa bekerja sendirian. Bersyukur Gubernur men-support penuh pembangunan," ujarnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji, pihaknya akan mendukung segala yang diperlukan PLN dalam membangun energi listrik di provinsi Gorontalo, termasuk pembangunan PLTU Anggrek. Pasalnya, Provinsi Gorontalo memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Sedangkan infrastruktur, termasuk energi listrik masih terbatas. Akibatnya investor enggan menanamkan modal di Gorontalo.

"Dengan dibangunnya pembangkit-pembangkit listrik, kami berharap para investor bergairah menanamkan modal di sini," kata Rusli Habibie.

Menurutnya, kapasitas terpasang listrik Gorontalo saat ini sekitar 45 MW. Sedangkan kebutuhan beban puncak sekitar 55 MW. Jadi masih kekurangan sekitar 10 MW. Beruntung Gorontalo sudah masuk ke dalam sistem jaringan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), sehingga kekurangan tersebut bisa terpenuhi oleh sistem.

Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika Didi Hasan Putra mengatakan, kebutuhan biaya pembangunan PLTU Anggrek berkisar antara Rp600 miliar hingga Rp900 miliar.

"Kondisi lahan PLTU Anggrek berbeda dengan yang lain. Kondisi tanahnya berbatu. Selain itu, kita kan kontraktor baru yang melanjutkan kontraktor sebelumnya. Sehingga ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, seperti kondisi peralatan dan yang lainnya," kata Didi.

Sumber

: Jurnas.com

Tanggal

: Jumat, 16 November 2012

Penulis

: Aliyudin Sofyan

Editor

: Imam Syukri