Articles

Rekadaya Elektrika Garap Pembangkit Listrik US$ 74,4 Juta

Jakarta-PT Rekadaya Elektrika kini tengah menggarap proyek pembangunan pembangkit listrik berskala kecil senilai US$ 74,4 juta. Ada empat pembangkit yang dibangun dengan total kapasitas 62 MW.

Presiden Direktur PT Rekadaya Elektrika Djuanda Nugraha Ibrahim menjelaskan, keempat pembangkit itu dibangun di lokasi-lokasi yang cukup terpencil. Sebut saja PLTU di Kendari 2x10 MW, Ende, Flores sebesar 2x7 MW, Tanjung Balai Karimun 2x7 MW, dan Ternate, Maluku Utara sebesar 2x7 MW.

Keempat pembangkit itu merupakn bagian dari proyek 10.000 MW yang dibangun di luar Jawa. Rekadaya Elektrika baru saja memenangkan lelang keempat pembangkit itu awal tahun ini. Proses pembangunannya diperkirakan memakan waktu 26 bulan, sehingga bisa beroperasi pada awal 2010.

"Kami memang fokusnya di pembangkit berskala kecil di lokasi yang terpencil. Tapi di sisi lain, kami berusaha memaksimalkan komposisi dalam negerinya," kata Djuanda, ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (18/5/2008).

Mantan Direktur PLN ini mencontohkan, keempat pembangkit tersebut menggunakan komponen dalam negeri hingga 68%. Dan rencananya, akan dikembangkan hingga komponen dalam negerinya mencapai 100%.

"Tapi kalau semua komponen pakai produk dalam negeri, pembangkit yang dibangun hanya bisa berkapasitas 7 MW. Karena turbin kita paling tinggi hanya mampu menopang segitu," ujarnya.

Target yang diincar selanjutnya adalah lelang PLTU Kalimantan Barat 2x25 MW. Untuk pembangkit yang ini rencananya perseroan akan membuat joint venture dengan developer asal China. Investasi yang dibutuhkan sekitar US$ 1 juta per 1 MW atau mencapai US$ 50 juta.

 

Sumber

: Detikfinance.com

Tanggal

: Minggu, 18 Mei 2008

Penulis

: Alih Istik Wahyuni

Editor

: -