Peran Rekadaya dalam Recovery Jalur T/L 70 kV Maulafa – Naibonat Pasca Badai Siklon di NTT

Peran Rekadaya dalam Recovery Jalur T/L 70 kV Maulafa – Naibonat Pasca Badai Siklon di NTT

Thursday, 06 May 2021 {ref_title}

Bencana alam Badai Siklon Tropis Seroja yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 04 April 2021 lalu telah berdampak pada kerusakan salah satu aset kelistrikan milik PT PLN (Persero) di sistem timur yaitu tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Maulafa – Naibonat, tepatnya pada lokasi tower 19 dan tower 20.

Kejadian ini mengharuskan dilakukannya penanganan secara cepat, dalam memperbaiki atau reroute terhadap titik tower yang roboh guna mencegah pemadaman yang berkepanjangan di 4 (empat) Desa yang terdampak musibah tersebut. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, saat ini menggunakan 1 (satu) tower emergency (tower ERS) sebagai solusi sementara untuk menjamin pasokan listrik ke desa-desa yang terrdampak musibah badai siklon tropis Seroja ini.

PT Rekadaya Elektrika (RE) sebagai kontraktor EPC yang merupakan anak perusahaan PT PJB dan tergabung dalam PLN Group, mendapatkan tugas dari General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT untuk melakukan survei langsung ke lokasi musibah dan melakukan perencanaan, mapping risiko dan mitigasi lokasi reroute 2 (dua) tower yang roboh. Tim yang terjun ke lapangan juga diminta untuk menyusun TOR dan RAB terkait pekerjaan reroute untuk tower 19 dan 20 tersebut.

RE dengan segera merespon permintaan recovery jalur transmisi SUTT 70 kV Maulafa – Naibonat ini dengan mengirimkan tim survei yang terdiri dari Engineer Civil dan Engineer Elektrikal guna melakukan survei kondisi lahan di lokasi pasca musibah badai tropis siklon Seroja pada Sabtu, 17 April 2021.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT berharap agar tim survei RE dapat merekomendasikan titik tower yang tepat untuk reroute 2 (dua) tower yaitu T.19 dan T.20 serta satu tower sisipan di antara tower T.18. dan T.19. Tim dari RE juga diminta untuk memberikan opsi tipe pondasi tower yang tepat untuk kondisi tanah yang cenderung bergerak secara ekspansif, dan terus mengalami sliding dikarenakan pondasi tower existing menggunakan pondasi dangkal dengan kedalaman antara 2 hingga 3 meter.

Selama 4 hari, tim survei RE yang berkolaborasi dengan Reconsult dan tim dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA) - Kupang (tim uji tanah Sondir dan Boring test), telah berhasil mendapatkan data-data terkait kondisi tanah dan lahan di area rencana reroute 2 tower roboh dan 1 tower sisipan yang kemudian akan menjadi acuan dalam menyusun TOR dan RAB recovery jalur T/L Maulafa- Naibonat NTT ini.

news & update

Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) T/L SUTET 500 kV Batang – Ungaran Section 1

Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) T/L SUTET 500 kV Batang – Ungaran Section 1

Monday, 17 May 2021 RE INSITE

Jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV yang membentang di sepanjang jalur Utara Jawa yang merupakan bagian dari Program 35.000 Mega Watt milik Pemerintah ini,… read more ...

Energized Proyek Relokasi Under Ground Cable (UGC) 150 kV Ketapang – Mangga Besar.

Energized Proyek Relokasi Under Ground Cable (UGC) 150 kV Ketapang – Mangga Besar.

Thursday, 06 May 2021 RE INSITE

Rabu, 04 Mei 2021, menjadi momen istimewa bagi Rekadaya Elektrika dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa bagian Barat (UIP) Jabar dan PT PLN (Persero) Unit… read more ...

Peran Rekadaya dalam Recovery Jalur T/L 70 kV Maulafa – Naibonat Pasca Badai Siklon di NTT

Peran Rekadaya dalam Recovery Jalur T/L 70 kV Maulafa – Naibonat Pasca Badai Siklon di NTT

Thursday, 06 May 2021 RE INSITE

Bencana alam Badai Siklon Tropis Seroja yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 04 April 2021 lalu telah berdampak pada kerusakan salah satu aset kelistrikan milik… read more ...